Macetnya Jalan Raya
Kalau bicara Jakarta atau Ibu kota dan sekitarnya adalah
masalah macet yang gak ada habisnya .Hampir setiap calon pemimpin suatu daerah
di Ibu kota menjanjikan hal yang sama yaitu “Akan menghilangkan macet dari Ibu kota” tapi janji tinggalah janji, para pemimpin
yang berjanji pun hanya mempernyaman tempat duduknya yang telah di perjuangkan
dengan dengan biaya yang tidak sedikit.
Apakah sepenuhnya kemacetan Ibu kota salah pemerintah atau
pemimpin?belum tentu, karena masih banyak pengendara yang belum sadar akan
tertibnya aturan-aturan di jalan raya.Hampir 1.500 di produksi setiap hari
hanya dari sebuah pabrikan motor,bayangkan jika ada 10 pabrik motor yang
memproduksi dengan jumlah yang sama.Hampir
1000 an Mobil di produksi setiap hari oleh sebuah merek mobil terkemuka.
Sedangkan jalan-jalan di sekitaran Ibu kota hanya bertambah
hanya bertambah 0,01% per tahun
tidak sebanding dengan jumlah kendaran yang ada
8.506.782 unit,masalhnya bukan hanya ada di jumlah kendaran saja
tetapi sarana di jalan banyak yang kurang memadai seperti traffic lamp yang ada
di perempatan jalan banyak yang tidak berfungsi dan menyebabkan kekacauan
berlalu lintas.
Siapa
yang harus memulai memperbaiki kondisi jalan raya? Jawabannya adalah kita
sendiri sebagai pengguna jalan tersebut,pemerintah yang harus mulai
memperhatikan kondisi jalan dan pelebaran jalan.agar suatu saat nanti tidak
terjadi kepadatan kendaraan yang sangat memperihatinkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar