Selasa, 22 November 2011

CPM (critical path method) DAN WBS (Work Breakdown Structure)

Kesimpulan CPM dan WBS terhadap Manajemen Proyek dan Resiko
Dalam mengerjakan sebuh Proyek terdapat yang namanya Manajemen Proyek dan Resiko, Manajemen dan Resiko ini adanya keterkaitan dengan CPM dan WBS yang digunakan membantu merencanakan proyek dalam bentuk jaringan kerja.

CPM itu sendiri adalah Sebuah Metode Jalur Keritis yang digunakan untuk menentukan perkiraan waktu penyelesaian sebuah proyek, jalur kritis itu sendiri memiliki rangkaian-rangkaian kegiatan dengan total jumlah waktu terlama dan waktu penyelesaian proyek yang tercepat. Sehingga dapat dikatakan bahwa jalur kritis berisikan kegiatan-kegiatan kritis dari awal sampai akhir jalur. Seorang manajer proyek harus mampu mengidentifikasi jalur kritis dengan baik, sebab pada jalur kritis terdapat kegiatan yang jika pelaksanaannya terlambat maka akan mengakibatkan keterlambatan seluruh proyek dan agar proses perencanaan proyek memiliki tingkat yang lebih baik dalam membuat sebuah proyek atau terstruktur rapih digunakannya yaitu WBS, WBS juga membantu dalam pengawasan dan peramalan biaya, jadwal, dan informasi mengenai produktifitas yang meyakinkan anggota manajemen proyek sebagai dasar untuk membuat perundingan, Jadi dalam Membuat Sebuah Proyek Harus ada Manajemen Proyek dan Resiko yang juga menggunakan Metode CPM dan WBS agar sebuah proyek menjadi lebih cepat,detail dan sempurna.


Kesimpulan CPM dan WBS Dalam Manajement Proyek Dan Resiko.
CPM

CPM (critical path method) :

Jadi CPM merupakan salah satu peralatan terpenting untuk manajemen proyek, untuk menjadwalkan sekelompok aktivitas dalam proyek apapun kegunaan CPM dalam suatu proyek adalah untuk Mengidentifkasikan proyek dan menyiapkan struktur pecahan kerja, Membangun hubungan antara kegiatan, memutuskan kegiatan mana yang harus terlebih dahulu dan mana yang mengikuti yang lain, Menetapkan perkiraan waktu dan/atau biaya untuk tiap kegiatan dalam suatu proyek tersebut.
CPM juga Menggunakan jaringan untuk membantu perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian proyek.

WBS

WBS (Work Breakdown Structure) :

Jadi WBS juga berhubungan dengan CPM untuk menyelesaikan suatu proyek, kegunaan WBS dalam suatu proyek adalah : Untuk pemecahan atau pembagian pekerjaan ke dalam bagian yang lebih kecil (sub-kegiatan), WBS juga berfungsi untuk membantu dalam pengawasan dan peramalan biaya, jadwal, dan informasi mengenai produktifitas yang meyakinkan anggota manajemen proyek sebagai dasar untuk membuat perundingan.JADI CPM DAN WBS sangat berperan penting dan salig berhubungan satu dengan yang lain atau saling melengkapi dalam menjalankan suatu proyek

Rabu, 12 Oktober 2011

Manajemen resiko

Proses pengelolaan risiko yang mencakup identifikasi, evaluasi dan pengendalian risiko yang dapat mengancam kelangsungan usaha atau aktivitas perusahaan
Suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan /pengelolaan sumberdaya

Istilah lain dari pengertian resiko adalah (risk) atau risiko memiliki berbagai definisi. Risiko dikaitkan dengan kemungkinan kejadian atau keadaan yang dapat mengancam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. [3] Vaughan (1978) mengemukakan beberapa definisi risiko sebagai berikut:

* Risk is the chance of loss (Risiko adalah kans kerugian).

Chance of loss

berhubungan dengan suatu exposure (keterbukaan) terhadap kemungkinan kerugian.Dalam ilmu statistik, chance dipergunakan untuk menunjukkan tingkat probabilitas akan munculnya situasi tertentu. Sebagian penulis menolak definisi ini karena terdapat perbedaan antara tingkat risiko dengan tingkat kerugian. Dalam hal chance of loss 100%, berarti kerugian adalah pasti sehingga risiko tidak ada.

* Risk is the possibility of loss (Risiko adalah kemungkinan kerugian).

Istilah possibility berarti bahwa probabilitas sesuatu peristiwa berada diantara nol dan satu. Namun, definisi ini kurang cocok dipakai dalam analisis secara kuantitatif.

* Risk is uncertainty (Risiko adalah ketidakpastian).

* Uncertainty dapat bersifat subjective dan objective. Subjective uncertainty merupakan penilaian individu terhadap situasi risiko yang didasarkan pada pengetahuan dan sikap individu yang bersangkutan. Objective uncertainty akan dijelaskan pada dua definisi risiko berikut.


* Risk is the dispersion of actual from expected results (Risiko merupakan penyebaran hasil aktual dari hasil yang diharapkan). Ahli statistik mendefinisikan risiko sebagai derajat penyimpangan sesuatu nilai disekitar suatu posisi sentral atau di sekitar titik rata-rata.

* Risk is the probability of any outcome different from the one expected (Risiko adalah probabilitas sesuatu outcome berbeda dengan outcome yang diharapkan). Menurut definisi di atas, risiko bukan probabilita dari suatu kejadian tunggal, tetapi probabilita dari beberapa outcome yang berbeda dari yang diharapkan.


Derajat Risiko

Derajat risiko – degree of risk adalah ukuran risiko lebih besar atau risiko lebih kecil. Jika suatu risiko diartikan sebagai ketidakpastian, maka risiko terbesar akan terjadi bila terdapat dua kemungkinan hasil yang masing-masing mempunyai kemungkinan yang sama untuk terjadi

Klasifikasi Risiko

* Risiko yang dapat diukur dan risiko yang tidak dapat diukur

* Risiko financial dan risiko non financial

* Risiko statis dan risiko dinamis

* Risiko fundamental dan risiko khusus

* Risiko murni dan risiko spekulatif

Risiko Dalam Manajemen Risiko
Klasifikasikan ke dalam :

* Risiko operasional adalah risiko yang timbul karena tidak berfungsinya sistem internal yang berlaku, kesalahan manusia, atau kegagalan sistem. Sumber terjadinya risiko operasional paling luas dibanding risiko lainnya yakni selain bersumber dari aktivitas di atas juga bersumber dari kegiatan operasional dan jasa, akuntansi, sistem tekhnologi informasi, sistem informasi manajemen atau sistem pengelolaan sumber daya manusia.


* Risiko hazard ( BAHAYA ) factor –faktor yang mempengaruhi akibat akibat yang ditimbulkan dari suatu peristiwa. Hazard menimbulkan kondisi yang kondusif terhadp bencana yang menimbulkan kerugian. Dan kerugian adalah penyimpangan yang tidak diharapkan. Walaupun ada beberapa overlapping (tumpang tindih) di antara kategori-kategori ini, namun sumber penyebab kerugian (dan risiko) dapat diklasifikasikan sebagai risiko sosial, risiko fisik, dan risiko ekonomi. Menentukan sumber risiko adalah penting karena mempengaruhi cara penanganannya.

* Risiko Finansial adalah resiko yang diderita oleh investor sebagai akibat dari ketidakmampuan emiten saham dan obligasi memenuhi kewajiban pembayaran deviden atau bunga atau bunga serta pokok pinjaman.

* Risiko strategic adalah risiko terjadinya serangkaian kondisi yang tidak terduga yang dapat mengurangi kemampuan manajer untuk mengimplementasikan strateginya secara signifikan.


PROSES MANAJEMEN RISIKO
Pemahaman risk management memungkinkan manajemen untuk terlibat secara efektif dalam menghadapi uncertainty dengan risiko dan peluang yang berhubungan dan meningkatkan kemampuan organisasi untuk memberikan nilai tambah. Menurut COSO, proses manajemen risiko dapat dibagi ke dalam 8 komponen (tahap)

(1) Internal environment (Lingkungan internal)
Komponen ini berkaitan dengan lingkungan dimana instansi Pemerintah berada dan beroperasi. Cakupannya adalah risk-management philosophy (kultur manajemen tentang risiko), integrity (integritas), risk-perspective (perspektif terhadap risiko), risk-appetite (selera atau penerimaan terhadap risiko), ethical values (nilai moral), struktur organisasi, dan pendelegasian wewenang.

(2) Objective setting (Penentuan tujuan)
Manajemen harus menetapkan objectives (tujuan-tujuan) dari organisasi agar dapat mengidentifikasi, mengakses, dan mengelola risiko. Objective dapat diklasifikasikan menjadi strategic objective dan activity objective. Strategic objective di instansi Pemerintah berhubungan dengan pencapaian dan peningkatan kinerja instansi dalam jangka menengah dan panjang, dan merupakan implementasi dari visi dan misi instansi tersebut. Sementara itu, activity objective dapat dipilah menjadi 3 kategori, yaitu (1) operations objectives; (2) reporting objectives; dan (3) compliance objectives.

Sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki organisasi yang ada pada seluruh divisi dan bagian haruslah dilibatkan dan mengerti risiko yang dihadapi. Penglibatan tersebut terkait dengan pandangan bahwa setiap pejabat/pegawai adalah pemilik dari risiko. Demikian pula, dalam penentuan tujuan organisasi, hendaknya menggunakan pendekatan SMART [5] , dan ditentukan risk appetite and risk tolerance (variasi dari tujuan yang dapat diterima). [6]

Risk tolerance dapat diartikan sebagai variation dalam pencapaian objective yang dapat diterima oleh manajemen. Dalam penerapan pelayanan pajak modern seperti pengiriman SPT WP secara elektronik, diperkirakan 80% Wajib Pajak (WP) Besar akan mengimplementasikannya. Bila ditentukan risk tolerance sebesar 10%, dalam hal 72% WP Besar telah melaksanakannya, berarti tujuan penyediaan fasilitas tersebut telah terpenuhi. Disamping itu, terdapat pula aktivitas suatu organisasi seperti peluncuran roket berawak dengan risk tolerance adalah 0%.

(3) Event identification (Identifikasi risiko)
Komponen ini mengidentifikasi kejadian-kejadian potensial baik yang terjadi di lingkungan internal maupun eksternal organisasi yang mempengaruhi strategi atau pencapaian tujuan dari organisasi. Kejadian tersebut bisa berdampak positif (opportunities), namun dapat pula sebaliknya atau negative (risks).

Terdapat 4 model dalam identifikasi risiko, yaitu
(1) Exposure analysis; (2) Environmental analysis; (3) Threat scenario; (4) Brainstorming questions. Salah satu model, yaitu exposure analysis, mencoba mengidentifikasi risiko dari sumber daya organisasi yang meliputi financial assetsphysical assets seperti tanah dan bangunan, human assets yang mencakup pengetahuan dan keahlian, dan intangible assets seperti reputasi dan penguasaan informasi. Atas setiap sumber daya yang dimiliki organisasi dilakukan penilaian risiko kehilangan dan risiko penurunan. seperti kas dan simpanan di bank,

(4) Risk assessment (Penilaian risiko)
Komponen ini menilai sejauhmana dampak dari events (kejadian atau keadaan) dapat mengganggu pencapaian dari objectives. Besarnya dampak dapat diketahui dari inherent dan residual risk, dan dapat dianalisis dalam dua perspektif, yaitu: likelihood (kecenderungan atau peluang) dan impact/consequence (besaran dari terealisirnya risiko). Dengan demikian, besarnya risiko atas setiap kegiatan organisasi merupakan perkalian antara likelihood dan consequence.

Penilaian risiko dapat menggunakan dua teknik, yaitu: (1) qualitative techniques; dan (2) quantitative techniques. Qualitative techniques menggunakan beberapa tools seperti self-assessment (low, medium, high), questionnaires, dan internal audit reviews. Sementara itu, quantitative techniques data berbentuk angka yang diperoleh dari tools seperti probability based, non-probabilistic models (optimalkan hanya asumsi consequence), dan benchmarking.

penilaian risiko atas setiap aktivitas organisasi akan menghasilkan informasi berupa peta dan angka risiko. Aktivitas yang paling kecil risikonya ada pada aktivitas a dan e, dan aktivitas yang paling berisiko tinggi dengan kemungkinan terjadi tinggi ada pada aktivitas d. Sedangkan aktivitas c, walaupun memiliki dampak yang besar, namun memiliki risiko terjadi yang rendah.

Yang perlu dicermati adalah events relationships atau hubungan antar kejadian/keadaan. Events yang terpisah mungkin memiliki risiko kecil. Namun, bila digabungkan bisa menjadi signifikan. Demikian pula, risiko yang mempengaruhi banyak business units perlu dikelompokkan dalam common event categories, dan dinilai secara aggregate.

(5) Risk response (Sikap atas risiko)
Organisasi harus menentukan sikap atas hasil penilaian risiko. Risk response dari organisasi dapat berupa: (1) avoidance, yaitu dihentikannya aktivitas atau pelayanan yang menyebabkan risiko; (2) reduction, yaitu mengambil langkah-langkah mengurangi likelihood atau impact dari risiko; (3) sharing, yaitu mengalihkan atau menanggung bersama risiko atau sebagian dari risiko dengan pihak lain; (4) acceptance, yaitu menerima risiko yang terjadi (biasanya risiko yang kecil), dan tidak ada upaya khusus yang dilakukan.


Dalam memilih sikap (response), perlu dipertimbangkan faktor-faktor seperti pengaruh tiap response terhadap risk likelihood dan impact, response yang optimal sehingga bersinergi dengan pemenuhan risk appetite and tolerances, analis cost versus benefits, dan kemungkinan peluang (opportunities) yang dapat timbul dari setiap risk response.

(6) Control activities (Aktifitas-aktifitas pengendalian)
Komponen ini berperanan dalam penyusunan kebijakan-kebijakan (policies) dan prosedur-prosedur untuk menjamin risk response terlaksana dengan efektif. Aktifitas pengendalian memerlukan lingkungan pengendalian yang meliputi: (1) integritas dan nilai etika; (2) kompetensi; (3) kebijakan dan praktik-praktik SDM; (4) budaya organisasi; (5) filosofi dan gaya kepemimpinan manajemen; (6) struktur organisasi; dan (7) wewenang dan tanggung jawab.

Dari pemahaman atas lingkungan pengendalian, dapat ditentukan jenis dan aktifitas pengendalian. Terdapat beberapa jenis pengendalian, diantaranya adalah preventive, detective, corrective, dan directive. Sementara aktifitas pengendalian berupa: (1) pembuatan kebijakan dan prosedur; (2) pengamanan kekayaan organisasi; (3) delegasi wewenang dan pemisahan fungsi; dan (4) supervisi atasan. Aktifitas pengendalian hendaknya terintegrasi dengan manajemen risiko sehingga pengalokasian sumber daya yang dimiliki organisasi dapat menjadi optimal.

(7) Information and communication (Informasi dan komunikasi)
Fokus dari komponen ini adalah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak terkait melalui media komunikasi yang sesuai. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penyampaiaan informasi dan komunikasi adalah kualitas informasi, arah komunikasi, dan alat komunikasi.

Informasi yang disajikan tergantung dari kualitas informasi yang ingin disampaikan, dan kualitas informasi dapat dipilah menjadi: (1) appropriate; (2) timely; (3) current; (4) accurate; dan (5) accessible. Arah komunikasi dapat bersifat internal dan eksternal. Sedangkan alat komunikasi berupa diantaranya manual, memo, buletin, dan pesan-pesan melalui media elektronis.

(8) Monitoring
Monitoring dapat dilaksanakan baik secara terus menerus (ongoing) maupun terpisah (separate evaluation). Aktifitas monitoring ongoing tercermin pada aktivitas supervisi, rekonsiliasi, dan aktivitas rutin lainnya.

Monitoring terpisah biasanya dilakukan untuk penugasan tertentu (kasuistis). Pada monitoring ini ditentukan scope tugas, frekuensi, proses evaluasi metodologi, dokumentasi, dan action plan.

Pada proses monitoring, perlu dicermati adanya kendala seperti reporting deficiencies, yaitu pelaporan yang tidak lengkap atau bahkan berlebihan (tidak relevan). Kendala ini timbul dari berbagai faktor seperti sumber informasi, materi pelaporan, pihak yang disampaikan laporan, dan arahan bagi pelaporan.

Jenis Manajemen Resiko dalam kehidupan sehari – hari

Resiko Bank – Pasar

• Risiko pasar adalah sebagai risiko kerugian pada posisi neraca serta pencatatan tagihan dan kewajiban diluar neraca yang timbul dari pergerakan harga pasar (on-and off-balance sheet)

• Faktor Yang Menyebabkan Timbulnya Risiko pasar :

• Risiko pasar umum

• Risiko residual


Faktor yang Menentukan Harga Pasar Terkait dengan Risiko

• Penawaran dan permintaan (supply and demand)

• Likuiditas (liquidity)

• Intervensi pemerintah (official intervention)

• Arbitrase (arbitrage)

• Peristiwa ekonomi dan politik (economic and political events)

• Faktor-faktor indikator ekonomi (underlying economic factors)

Sabtu, 24 September 2011

elektronika

Elektronika adalah ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik dalam suatu alat seperti komputer, peralatan elektronik, termokopel, semikonduktor, dan lain sebagainya. Ilmu yang mempelajari alat-alat seperti ini merupakan cabang dari ilmu fisika, sementara bentuk desain dan pembuatan sirkuit elektroniknya adalah bagian dari teknik elektro, teknik komputer, dan ilmu/teknik elektronika dan instrumentasi.

Alat-alat yang menggunakan dasar kerja elektronika ini biasanya disebut sebagai peralatan elektronik (electronic devices). Contoh peralatan/ piranti elektronik ini: Tabung Sinar Katoda (Cathode Ray Tube, CRT), radio, TV, perekam kaset, perekam kaset video (VCR), perekam VCD, perekam DVD, kamera video, kamera digital, komputer pribadi desk-top, komputer Laptop, PDA (komputer saku), robot, smart card, dll.

CMOS

Complementary metal–oxide–semiconductor (CMOS) atau semikonduktor–oksida–logam komplementer, adalah sebuah jenis utama dari rangkaian terintegrasi. Teknologi CMOS digunakan di mikroprosesor, pengontrol mikro, RAM statis, dan sirkuit logika digital lainnya. Teknologi CMOS juga digunakan dalam banyak sirkuit analog, seperti sensor gambar, pengubah data, dan trimancar terintegrasi untuk berbagai jenis komunikasi. Frank Wanlass berhasil mematenkan CMOS pada tahun 1967 (US Patent 3,356,858).

CMOS juga sering disebut complementary-symmetry metal–oxide–semiconductor or COSMOS (semikonduktor–logam–oksida komplementer-simetris). Kata komplementer-simetris merujuk pada kenyataan bahwa biasanya desain digital berbasis CMOS menggunakan pasangan komplementer dan simetris dari MOSFET semikonduktor tipe-p dan semikonduktor tipe-n untuk fungsi logika.

Dua karakter penting dari CMOS adalah kekebalan desahnya yang tinggi dan penggunaan daya statis yang rendah. Daya hanya diambil saat transistor dalam CMOS berpindah di antara kondisi hidup dan mati. Akibatnya, peranti CMOS tidak menimbulkan bahang sebanyak sirkuit logika lainnya, seperti logika transistor-transistor (TTL) atau logika NMOS, yang hanya menggunakan peranti tipe-n tanpa tipe-p. CMOS juga memungkinkan chip logika dengan kepadatan tinggi dibuat.

Kalimat "metal–oxide–semiconductor" atau semikonduktor–logam–oksida adalah sebuah sebutan pada struktur fisik beberapa transistor efek medan, memiliki gerbang elektroda logam yang terletak diatas isolator oksida logam, yang juga berada diatas bahan semikonduktor. Aluminium digunakan pertama kali, tetapi sekarang digunakan bahan polisilikon. Gerbang logam lain dibuat seiring kedatangan material dielektrik permitivitas tinggi di dalam proses pembuatan CMOS, seperti yang diumumkan oleh IBM dan Intel untuk node 45 nanometer dan lebih kecil [1].

Rabu, 27 April 2011

macam macam phobia

Acro-phobia
phobia pada ketinggian

Agora-phobia
phobia pada keramaian / situasi yang padat hingga memicu kepanikan

Arachno-phobia
phobia pada laba-laba

Claustro-phobia
phobia pada ruang tertutup / sempit

Helio-phobia
phobia pada sinar matahari (vampire 'kali yah?)

Xeno-phobia (bukan 'xena' lho )
phobia pada orang asing / tak dikenal

Homo-phobia
phobia pada situasi diskriminasi terhadap perilaku homoseksual

Pteromerhano-phonia (ala maakkk..!! susah istilahnya )
phobia saat terbang dengan pesawat

Necro-phobia
phobia terhadap kematian / hal-hal yang berbau kematian

Hydro-phobia
phobia pada air

Triskaideka-phobia
phobia pada mitos kemalangan angka "13"

Photo-phobia
phobia pada cahaya (hampir mirip dengan Helio-phobia) namun tidak terbatas pada cahaya Matahari

Islamo-phobia
phobia / kekhawatiran terhadap teror / gerakan garis keras sebuah agama

Coulro-phobia
phobia pada badut

Glosso-phobia
phobia / gugup pada saat bicara di depan publik (demam panggung)

Aichmo-phobia
phobia pada jarum / benda tajam

Ophidio-phobia
phobia pada ular

Selacho-phobia
phobia pada ikan hiu

Emeto-phobia
phobia muntah di depan umum (?) bener ga yah???

Pyro-phobia
phobia pada api

yg paling unik:
Arachibutyro-phobia
phobia kalau makan selai kacang lengket di langit2 mulut.....

Selasa, 26 April 2011

contoh ketidak konsistennya penegak hukum

wawancara dari beberapa pihak tentang ketidak konsistennya penegak hukum di Indonesia
ppi] [ppiindia] PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA MASIH SEPERTI JAMAN KOLONIAL
From: "Ambon"
To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
Date: Sat, 20 Aug 2005 06:49:59 +0200

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www2.rnw.nl/rnw/id/news/gemawarta/#4543235

GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA MASIH SEPERTI JAMAN
KOLONIAL
PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA MASIH SEPERTI JAMAN KOLONIAL

intro : Aparat penegak hukum mulai dari hakim sampai polisi yang lebih
mengutamakan kepentingan korps masing-masing mengingatkan kita pada masa
penjajahan kolonial Belanda. Situasi ini sangat menyedihkan disaat bangsa
Indonesia pekan depan merayakan HUT kemerdekaan dari belenggu penjajahan 60
tahun lalu. Dan menurut dunia internasional kasus Munir merupakan batu ujian
yang berat bagi kredibilitas pemerintahan SBY. Demikian direktur Lembaga
Bantuan Hukum Uli Parulian Sihombing kepada Radio Nederland.

Uli Parulian Sihombing (UPS) : Saya menggambarkan bahwa kondisi peradilan di
Indonesia tidak lebih baik dibandingkan masa kolonial. Bahkan sekarang aparat
penegak hukum mulai dari hakim, jaksa, polisi dan bahkan advokat (red:
pengacara) punya mental seperti penjajah, karena dalam upaya penegakan hukum
mereka lebih menekankan pada kepentingan-kepentingan korpsnya mereka atau
masing-masing institusi. Tidak ada semangat penegakan hukum untuk pemberantasan
korupsi. Kemudian juga kondisi internal peradilan Indonesia sendiri. Itu
diwarnai dengan masalah-masalah tentang korupsi peradilan, masyarakat mengenal
dengan instilah mafia peradilan. Itu sangat mengakar sekali di dunia peradilan
di Indonesia.
Kemudian juga faktor eksternal. Dulu sebelum lahir Komisi-komisi Pengawasan
Internal, eksternal sangat lemah. Sekarang dengan lahirnya banyak komisi
kejaksaan, dulu juga ada KomNasHAM, pengawasan eksternal itu mulai ada.
Yang akhir-akhir ini mengakhawatirkan kasus di pengadilan tinggi Jawa Barat
yang memenangkan sengketa Pilkada untuk partai Gollkar. Disitu kwalitas
putusannya sangat rendah. Itu sudah ada bukti-bukti bahwa itu juga kena korupsi
peradilan.

Radio Nederland (RN) : Situasi demikian tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.
Pertanyaanya sekarang bagaimana caranya untuk lebih menegakan hukum di
Indonesia ?

UPS : Yang selalu menjadi problim adalah di aparat penegak hukum itu sendiri.
Untuk menghentikan itu, tidak hanya komitmen tapi juga diperlukan keberanian
untuk menindak aparat penegak hukum. Kita sudah punya KPK Komisi Pemberantasan
Korupsi. KPK juga sudah melakukan pemeriksaan, penyelidikan dan penyidikan
untuk kasus korupsi peradilan. Contohnya adalah kasus Abdullah Puteh (red:
mantan gubernur Aceh). Ia mencoba menyuap hakim di pengadilan tinggi dan
panitera. Dan akhirnya pengacara Abdullah Puteh ditangkap.
KPK jangan berhenti di kasus Abdullah Puteh saja. Masih banyak kasus korupsi
peradilan di Mahkamah Agung yang belum terungkap oleh KPK. Itu harus dibongkar.
Dan itu butuh dukungan dari pemerintah. Presiden SBY harus melakukan upaya
untuk mendukung itu.

RN : Ada semacam pesimisme bahwa pemerintahan presiden SBY atau upaya-upaya
yang dilakukan atau akan ditempuh SBY dilakatan sebagai "misi impossible" yang
tidak mungkin.

UPS : Itu kita akui. Ada yang sangat impossible (red: tidak mungkin) karena
buruknya aparat penegak hukum. Hal itu sangat mengakar.

RN : Di luar negeri kasus Munir disebut merupakan ujian yang berat bagi
pemerintahan SBY, untuk menegakan kembali hukum di Indonesia.

UPS : yang menjadi concern (red: perhatian) saya adalah mengenai aktor
utamanya. Siapa yang sebenarnya memerintahkan untuk membunuh Munir, belum
terungkap. (Pilot Garuda Indonesia) Polykarpus dan pramugari hanyalah orang
lapangan. Saya melihat bahwa memang Munir menjadi test-case (red: batu ujian)
karena Munir tidak hanya penting untuk Indonesia tetapi juga bagi dunia
internasional. Munir seorang pejuang HAM. Dia punya kredibilitas internasional,
jadi SBY dan jajaranya harus sungguh-sungguh mengusut kasus ini tidak hanya
sekedar untuk memuaskan masyarakat tetapi juga harus mengusut sampai membawa
aktor intelektualnya ke pengadilan.

Kamis, 07 April 2011

pengertian naturalisme dan ekspresionisme

Naturalisme:
salah satu ciri yang paling menakjubkan dari alam semesta adalah keteraturan
terbit dan tenggelamnya matahari. peredaran planet-planet dan susunan bintang-bintang yang bergeser teratur dari malam ke malam sejak pertama kali manusia menyadarinya keberadaanya di alam semesta hanya merupakan contoh-contoh sederhana

Ekspresionisme:
Ekspressionisme adalah kecenderungan seorang seniman untuk mendistorsi kenyataan dengan efek-efek emosional. Ekspresionisme bisa ditemukan di dalam karya lukisan, sastra, film, arsitektur, dan musik. Istilah emosi ini biasanya lebih menuju kepada jenis emosi kemarahan dan depresi daripada emosi bahagia.

Pelukis Matthias Grünewald dan El Greco bisa disebut ekspresionis.

puisi

Cinta dan Kesedihan

Benci tak hilangkan kenangan yang tercipta
Benci tak luluhkan hati yang mencinta
Benci hanya timbulkan rasa gundah di hati
Benci hanya hasilkan kebencian itu sendiri

Kemana akan ku bawa hati ini
Hati yang penuh dengan kegundahan karena benci
Mengapa hati manusia bisa terluka
Mengapa manusia tak hanya di beri bahagia

Seperti seorang Gibran pernah berkata tentang cinta
Biarkanlah dia memelukmu
Walaupun Pedang2 di balik sayapnya melukaimu

Cinta tak hanya memberi kebahagian
Tapi juga memberi kesedihan
Tapi kadang kesedihan yang di berikan cinta
Adalah satu kebahagiaan seorang pecinta

“Boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal ia teramat buruk
bagimu. Dan bisa jadi kamu membenci sesuatu, tetapi sebenarnya ia baik
bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak tahu banyak”.

cerpen rumput yang bergoyang

Diki memang memakai kalung besar bertuliskan “Allah Save Me”. Tapi tak semua orang tahu bahwa Diki sedang bingung galau. Lihatlah cara berjalannya yang gontai, tangan terkulai lemah. Kalau saja semua orang berani menatap matanya, maka orang-orang akan tahu bahwa dia sudah tidak tahu akan kemana lagi hidup akan dibawanya. Diki memang berjalan, tapi apakah dia tahu bahwa dia sedang berjalan ke mana. Dia berbicara, tapi sebenarnya dia sedang meracau. Hidupnya berat, tak punya siapa-siapa, tak punya pekerjaan, dan tak punya uang. Tapi dia tidak gila, paling tidak belum.

Suatu malam Diki tertidur di depan sebuah toko obat Cina. Diki tidak sengaja tertidur di situ. Mungkin karena dia kelelahan berjalan, ke tempat yang dia tidak tahu. Mungkin juga karena suasana merah dari toko tersebut. Dalam tidur lelapnya, tampak kehidupan lain di mimpinya. Dia bertemu seorang bijak berjenggot, dan tentu saja dia tua. Lelaki tua dalam mimpi itu marah-marah ke Diki. “Laki-laki tidak berguna, lebih baik mati saja!” Begitulah si tua marah-marah. Diki berlutut dan memohon kepada si orang tua untuk memaafkan dia. Dia tidak pernah punya niat menjadi pecundang seperti ini. Dulu Diki memang suka main perempuan, semua hartanya habis untuk taruhan judi balap kuda, istrinya meminta cerai karena Diki selalu pulang ke rumah dalam keadaan mabuk, anaknya pergi karena malu dengan bapaknya, semalu babi yang mempunyai bapak babi. Tapi Diki sudah menyesali semua itu. Dan semua orang harus tahu itu. Semua orang harus melihat dia telah sadar. Tapi adakah orang yang peduli. Semua orang yang dia temui saat ini sudah tidak mengenali dia lagi. Semua orang sudah buta melihat dia. Lalu kenapa orang tua itu masih marah-marah dengan dia? Siapa dia? Apakah dia tidak sadar kalau dirinya tua dan jelek? “Apa yang kamu cari sekarang, sadar dan mulailah hidup baru!” begitu si laki-laki tua itu masih berteriak. “Bagaimana caranya?” tanya si Diki. “Tanyalah rumput yang bergoyang…” baca seterusnya…

LAGU LAGU CIPTAAN EROS

lagu lagu ciptaan eros :
- Bunga di tepi jalan
- Jadikan aku pacarmu
- Pejantan tangguh

Kamis, 17 Februari 2011

melestarikan budaya

Indonesia terkenal sebagai bangsa yang luhur. Memiliki keragaman budaya yang tersebar di pelosok-pelosok nusantara. Dari kesenian, adat-istiadat hingga makanan melekat mewarnai keragaman bangsa ini. Tidak heran jika begitu banyaknya budaya yang kita miliki, justru membuat kita tidak mengetahui apa saja budaya yang ada Indonesia. Bahkan kita sendiri pun sebagai generasi muda terkadang melupakan budaya daerah kita. Ironis memang, orang Indonesia tetapi tak tahu ciri khas bangsanya sendiri. Lihat diri kita masing-masing, sebetulnya kita jugalah yang tidak mau tahu akan keluhuran budaya sendiri. Ketertarikan budaya yang semakin meluntur juga sangat nampak pada diri generasi muda saat ini. Salah satunya karena globalisasi.

Menyinggung era globalisasi, tentu juga akan berpengaruh pada dinamika budaya di setiap negara. Khususnya di Indonesia, hal ini bisa dirasakan dan sangat menonjol nampaknya. Begitu bebas budaya yang masuk dari berbagai arus kehidupan. Pribadi yang ramah-tamah juga sangat mendukung masuknya berbagai budaya tersebut. Ditambah lagi generasi muda kita yang terkesan bosan dengan budaya yang mereka anggap kuno. Namun, masuknya budaya dari luar justru kerap berimbas buruk bagi bangsa ini. Misalnya budaya berpakaian, gaya hidup (life style), segi iptek, maupun adat-istiadat. Kesemua itu berdampak sangat buruk dan dengan mudah dapat menggeser budaya asli Indonesia.

Kita sebenarnya belum siap menerima era globalisasi. Gaya hidup kita semakin menjurus ke arah barat yang individual dan liberal. Budaya gotong-royong pun semakin memudar. Dari segi iptek, sebagian besar juga berdampak buruk bagi kita. Yakni penyalahgunaan teknologi kerap kali terjadi. Kemudian, belum ada filterisasi budaya yang masuk. Begitu mudah budaya masuk tanpa ada penyaringan kesesuaian dengan budaya asli kita. Akibatnya kita seperti berjalan mengikuti perkembangan zaman yang semakin modern. Tetapi sayangnya budaya luhur yang dulu melekat dalam diri, perlahan semakin menghilang. Parahnya, budaya daerah yang ada dan kita junjung tinggi justru semakin kita abaikan.

Dampak yang paling buruk terjadi ialah hilangnya budaya-budaya yang menjadi ciri khas di beberapa daerah. Bahkan terjadi pencurian atau sering kita dengar pengklaiman budaya nasional oleh negara lain. Sungguh disayangkan hal itu bisa dialami bangsa Indonesia. Akhir-akhir ini negara tetangga kita mengklaim begitu banyak budaya dari Indonesia. Bisa kita ambil contoh, batik, reog ponorogo, masakan rendang dari Sumatra Barat, kuda lumping, lagu rasa sayange, alat musik angklung, gamelan dari Jawa serta tari piring. Sampai yang terkini adalah tari pendet dari Bali, dan masih banyak lagi. Ini semakin menunjukkan bahwa kita lemah dalam menjaga jati diri dan mudah kecolongan oleh negara lain.

Selain akibat dari globalisasi yang tersebut di atas, ada beberapa hal yang menyebabkan klaim budaya itu terjadi diantaranya.

Kesadaran generasi muda yang kurang akan pentingnya budaya. Untuk mempertahankan budaya memang sangat dibutuhkan kesadaran yang kuat. Tidak hanya mengakui tetapi harus ikut serta dalam pelestarian budaya. Dari kesadaran itulah akan muncul upaya-upaya menjaga, melindungi budaya asli daerah sehingga akan tetap utuh. Sehingga, tidak mungkin akan diakui negara lain.

Perpindahan penduduk juga menyebabkan banyak budaya kita yang diakui negara lain. Saat ini banyak penduduk Indonesia yang bekerja di luar negeri. Bahkan banyak pula yang telah menetap di sana menjadi warga negara tempat ia tinggal. Perpindahan tersebut tidak menutup kemungkinan akan diikuti perpindahan budaya. Budaya-budaya dari Indonesia pasti ada yang diterapkan di negara lain tempat mereka bekerja. Inilah yang menyebabkan keinginan negara lain untuk mengakui budaya Indonesia. Karena mereka menganggap budaya itu sudah biasa mereka lihat di negaranya.

Penyebab lainnya, pemerintah kurang perhatian pada budaya nasional. Buktinya, salah satu kesenian dari Jawa Timur yaitu Reog Ponorogo sempat menjadi perdebatan kepemilikan dengan pihak Malaysia. Padahal dari namanya saja sudah jelas bahwa itu milik Indonesia. Sebenarnya hal itu bisa disiasati dengan mendaftarkan hak cipta budaya. Supaya dunia internasional mengakui atas
kememilikan budaya Indonesia. Kemudian, kurangnya sarana untuk menampilkan budaya asli Indonesia kepada masyarakat luas. Ini bukan masalah yang kecil, melainkan masalah yang menyangkut ciri khas bangsa kita. Harus segera diatasi, agar tidak ada lagi budaya kita yang diambil pihak luar.

Sebagai seorang pelajar, ada satu cara untuk mempertahankan dan melestarikan budaya kita. Yaitu memanfaatkan teknologi informasi yang semakin berkembang pesat. Perkembangan teknologi informasi seperti internet, handphone, radio maupun televisi, merupakan sarana yang paling efektif dalam upaya pengenalan seluruh budaya Indonesia pada masyarakat luas khususnya pelajar. Sekaligus sebagai upaya mempertahankan budaya kita dari ancaman pengakuan budaya oleh negara lain.

Sebagian besar generasi muda di Indonesia sudah pasti mengenal apa itu internet. Untuk mengaksesnya pun tidak terlalu rumit. Internet ini merupakan teknologi informasi yang menjadi sasaran utama bagi generasi muda. Tidak ada salahnya jika budaya Indonesia dikenalkan melalui internet. Sebuah hal yang nantinya menarik perhatian kaum muda untuk mempunyai rasa ingin tahu terhadap budaya sendiri. Kita bisa mengenal budaya-budaya Indonesia lewat internet. Dengan adanya internet, berarti terbuka satu langkah untuk mempertahankan budaya Indonesia. Tentunya harus ada tindak lanjut dari pemerintah. Pemerintah harus segera menggencarkan sosialisasi budaya melalui internet. Bisa dilakukan dengan cara membuat alamat khusus untuk mengupas budaya yang ada di Indonesia. Sehingga generasi muda Indonesia benar-benar mengetahui apa saja budaya yang dimiliki.

Lebih lanjut tentang: Genggam Budaya Dalam Diri Generasi Bangsa