Kamis, 07 April 2011

cerpen rumput yang bergoyang

Diki memang memakai kalung besar bertuliskan “Allah Save Me”. Tapi tak semua orang tahu bahwa Diki sedang bingung galau. Lihatlah cara berjalannya yang gontai, tangan terkulai lemah. Kalau saja semua orang berani menatap matanya, maka orang-orang akan tahu bahwa dia sudah tidak tahu akan kemana lagi hidup akan dibawanya. Diki memang berjalan, tapi apakah dia tahu bahwa dia sedang berjalan ke mana. Dia berbicara, tapi sebenarnya dia sedang meracau. Hidupnya berat, tak punya siapa-siapa, tak punya pekerjaan, dan tak punya uang. Tapi dia tidak gila, paling tidak belum.

Suatu malam Diki tertidur di depan sebuah toko obat Cina. Diki tidak sengaja tertidur di situ. Mungkin karena dia kelelahan berjalan, ke tempat yang dia tidak tahu. Mungkin juga karena suasana merah dari toko tersebut. Dalam tidur lelapnya, tampak kehidupan lain di mimpinya. Dia bertemu seorang bijak berjenggot, dan tentu saja dia tua. Lelaki tua dalam mimpi itu marah-marah ke Diki. “Laki-laki tidak berguna, lebih baik mati saja!” Begitulah si tua marah-marah. Diki berlutut dan memohon kepada si orang tua untuk memaafkan dia. Dia tidak pernah punya niat menjadi pecundang seperti ini. Dulu Diki memang suka main perempuan, semua hartanya habis untuk taruhan judi balap kuda, istrinya meminta cerai karena Diki selalu pulang ke rumah dalam keadaan mabuk, anaknya pergi karena malu dengan bapaknya, semalu babi yang mempunyai bapak babi. Tapi Diki sudah menyesali semua itu. Dan semua orang harus tahu itu. Semua orang harus melihat dia telah sadar. Tapi adakah orang yang peduli. Semua orang yang dia temui saat ini sudah tidak mengenali dia lagi. Semua orang sudah buta melihat dia. Lalu kenapa orang tua itu masih marah-marah dengan dia? Siapa dia? Apakah dia tidak sadar kalau dirinya tua dan jelek? “Apa yang kamu cari sekarang, sadar dan mulailah hidup baru!” begitu si laki-laki tua itu masih berteriak. “Bagaimana caranya?” tanya si Diki. “Tanyalah rumput yang bergoyang…” baca seterusnya…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar